http://putriomsima.blogspot.com/
Hati adalah tempat kita berdiskusi,,,Pungsikan hati untuk melihat dan memahami keadaan yang ada di sekitar kita...

Sabtu, 20 Agustus 2011

Menulis itu Sehat

Beberapa dari kita pasti punya kebiasaan menulis buku harian. Banyak hal yang bisa kita tuliskan disana. Mulai dari ungkapan kesedihan, suka cita, maupun rutinitas sehari-hari yang kita jalani.

Dari menulis buku harian, tanpa kita sadari sebenarnya banyak hal yang bermanfaat. Misalnya, kita jadi terbiasa mengungkapkan pikiran lewat tulisan. Juga, mendorong kita mempelajari bidang jurnalistik yang sebenarnya cukup penting dalam menunjang aktifitas spt mahasiswa yang selalu berhubungan dengan urusan tulis menulis, atau dalam hal pengenmbangan karier, pengolahan data dan sebagainya.

Satu manfaat yang belum banyak di ketahui orang, ternyata menulis mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Yang benar saja ?, bukankah menulis selalu membikin punggung sakit, mata cepat menjadi minus ?. Berdasarkan sumber, hubungan antara kebiasaan menulis dan peningkatan kekebalan tubuh ini telah di teliti oleh pakar James D.Pennebaker, seorang dosen Universitas di Amerika pada akhir tahun 1970. Sudah lama sekali ya?, tapi sayang di negara kita budaya menulis masih minus. 

Baker melakukan pengujian pada tahun 1983 dengan bantuan mahasiswanya. Dari beberapa oranag yang secara sukarela menjadi responden di dapat bukti yang menguatkan bahwa penelitian Baker. Ini adalah penelitian yang di lakukan terhadap orang-orang barat. Dan penelitian ini di tunjang oleh kondisi mereka yang telah terbiasa mengunjungi pusat-pusat kesehatan.

Nah, lalu apa gunanya penelitian itu untuk kita? mungkin-mungkin saja bukan pertanyaanya sprti itu. Kalau kita mau, penelitian itu bisa juga berguna bagi kita, meskipun kondisi masyarakat kita belum terbiasa dengan yang namanya pusat-pusat kesehatan (untuk mengetahui bagaimanana kondisi tubuh, tidak harus datang pada saat kita sakit saja, bukan?). Paling tidak untuk mengantisipasi gejala-gejala stress yang di sebabkan oleh banyak hal.

Metode penelitian yang pernah di gunakan Baker adalah, dimana responden diminta untuk menuliskan pengalamanya selama 15 menit setiap harinya selama 4 hari. Topik penulisannya dibagi dua: bagian pertama, pengalaman-pengalaman ringan. Bagian kedua pengalaman traumatik yang meliputi: Penulisan dengan emosi, penulisan berdasarkan fakta dan gabungan antara emosi dan fakta.

Penulisan kedua topik tersebut mengikuti beberapa ketentuan:
1. Menganalisa diri sendiri
2. Menuliskan topik dengan sudut pandang yang berbeda
3. Apabila terasa berat untuk menuliskan, cobalah mundur kembali dan uraikan secara perlahan.

Dengan pegangan itu, Baker memberikan beberapa pendekatan dalam beberapa metode penulisan diantaranya, 1. topik tak perlu yang traumatik   2. Topik yang telah di tulis sangat penting untuk menggali sisi objektif dan perasaan hati tentang peristiwa     itu   sendiri.   3. Tuliskan apa yang dirasakan dan mengapa merasakan, tanpa terputus oleh susunan  kata dan tata bahasa yang salah.  4. cobalah menulis selama 15 menit setiap hari, di tempat yang bakal tidak terganggu, semakin khusus semakin baik  5. Rencana untuk menunjukkan pada orang lain dapat mempengaruhi pikiran saat penulisan, dari itu usahakan penulis adalah satu-satunya pembaca sehingga tidak perlu menyesuaikan diri dengan pandangan orang lain.  6. Saat menulis,  mungkin ada rasa sedih atau tertekan, tetapi akan segera hilang dalam waktu 1-2 jam kemudian. Setelah itu akan muncul rasa lega, lapang dan tenang yang biasanya akan berlansung selama 6 bulan.

Penulisan selama 4 hari hanyalah penelitian Pannebaker, sedang untuk kita yang ingin menerapkannya, sebaiknya di lakukan sesering mungkin dan jadikan suatu kebiasaan tanpa merasa terbebani.  Hasil penelitian Pannebaker ternyata masih di uji oleh ahli Psikologi, Janice K.G. dengan alat canggih yang akurat untuk menganalisa T-Lymphocite sel pembunuh kuman penyakit dan unsur kekebalan lainnya dalam darah.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapatnya hubungan antara kebiasaan antara menulis buku harian dengan peningkatan kekebalan tubuh. Hal ini di buktikan dengan berkurangnya frekwensi kunjungan ke pusat-pusat kesehatan. Bagi responden yang menuliskan pengalaman ringan, frekwensi berkurang mencapai 30 persen. Sedangkan responden yang menuliskan pengalaman traumatik berkurang mencapai 50 persen.

Setiap manusia tidak terlepas dari yang namanya ujian atau cobaan. Dan cobaan itu tentu tidaklah sama antara satu denganyang lainnya. Dalam menghadapi  cobaan itupun setiap orang punya cara yang berbeda-beda. Masih beruntung kalau dia masih mau menceritakan problemnya pada orang lain, tapi bagi yang sangat introvert (tertutup) pasti akan sangat sulit sekali melakukan hal itu. Dan jika tidak di tunjang dengan iman yang kuat maka bisa menyebabkan munculnya hal-hal yang tidak di inginkan.

Meskipun tidak akan ada pengujian, hasil penelitian itu rasanya cukup akurat dan tidak ada salahnya di coba kalau kita menghendakinya. Juga tidak ada larangan bagi kita untuk memakai cara mereka sepanjang itu benar-benar bermanfaat bagi kita.

10 komentar:

  1. hore selama ini saya kebal. .:D

    BalasHapus
  2. Yang jelas banyak bgt manfaat menulis, gue setuju sama tulisan ente, nulis juga bisa nambah penghasilan juga kalo di tekunin,. :)

    BalasHapus
  3. absen,, salam kenal,, asikk berarti gue kebal horeee,, mampir2 juga ya ke http://www.tirtadarmantio.com dan sdh sy follow di folback ya

    BalasHapus
  4. utnung aku suka nulis. kalo gak bisa sakit jiwa ya. hi hihi....

    BalasHapus
  5. berarti selama ini saya sudah menjaga kesehatan dong :)

    BalasHapus
  6. Putri, terus hasil akhir dari penelitian dan korelasinya apa ttg T-Lymphocite sel pembunuh kuman penyakit dan unsur kekebalan lainnya dalam darah, apakah nulis itu menyehatkan apa justru turunkan kekebalan tubuh ?

    Tks ya De....

    BalasHapus
  7. Prasetyo@, makasih..makasih jg kunjungan..aku sdh follow dsana..

    Wirasanubari@, lanjutkan hobymu,,biar semakin kebal. thanks ya sudah mampir

    Feby@, Benar sob, kalau sdh berbakat..tinggal ngasah aja untuk bisa menghasilkan...makasih ya..salam

    Tirta@, Salama kenal kembali..aku sdh follow disana,, makasih jg telah berkunjung,..


    Sang cerpenis@, jgn sampai gila mbak..pertahankan dan sll kembangkan bakatnya..jgn lupa bagi2 virus menulisnya ama aku tuh, heeeee, mksh ya...

    Ra-Kun@, semoga saja ya..thanks..salam

    Obrolan blogger.com@,Menurut perkiaan saya, dengan terbiasanya seseorang menuliskan/meluapkan perasaannya, entah itu perasaan suka,duka,bahagia dan tertekan di atas kertas ato share dg orang lain, otomatis sstu yg membebani pikiran dan perasaannya itu menjadi lapang dan berkurang.jika kt sll dan sllu menyimpan beban di hati dan perasaan, bisa2 kita berada pd tinggkat stress yg akut tanpa menemukan solusi apapun.Org2 sprti inilah di dunia barat itu yg sll menunjungi pusat2 kesehatan yg sempat di teliti oleh Pannebaker, dlm penelitiannya Baker menggunakan metode menulis, dimana pasien diminta utk menuliskan smua keluh kesahnya di atas kertas. Metode menulis yg di terapkan di sebuah klinik itu ternyata cukup ampuh, terbukti frekwensi pasien jauh berkurang.Tingkat stress yg tinggi ternyata mempengaruhi sel darah dalam tubuh,sehingga mempengaruhi T-Lymphocite(sel pembunuh kuman penyakit) tidak bisa bekerja dg baik di dlm tubuh, dan akhirnya pisik menjadi lemah, penyakit lainpun datang menghampiri. Kira-kira begitu sob, kalau salah ato kurang tepat, mohon di ma'afkan. makasih, salam

    BalasHapus
  8. menulis itu sama dgn mengasah otak kita, kita berfikir dan berfikir bgmn membuat tulisan, meski itu tulisan pribadi mksudnya utk kita sendiri, tentu kita dituntut berfikir utk membuat tulisan itu nyaman, nah dari kegiatan pengasahan otak itu otak jadi ngga berkarat dan bisa mengontrol pikiran dan organ fisik :D

    BalasHapus
  9. Ladida@,Benar sob, satu lagi, tangan kt terbiasa untuk menulis..pikiran dan perasaan kt terbiasa bergaya bahasa, otomatis akan membentuk kt berbahasa yg baik dan semua akan berpengaruh pd cara kita berbahasa dan bersikap dalam berinteraksi. Sangat besar sebetulmnya manfa'at dari kita terbiasa menulis, makasih ya komennya..salam

    BalasHapus

Komentar anda yang berupa saran ataupun kritikan adalah masukan untuk sempurnanya postingan ini. Terimakasih telah berkomentar..!!